11 FAKTOR LEICESTER CITY BERHASIL MENDOMINASI LIGA PREMIER DI MUSIM INI

Richard Stone
16/03/2016

Jika anda seorang penggemar sepakbola Inggris, anda mungkin memperhatikan jika Leicester City sedang naik daun di musim ini. Dia adalah tim kejutan yang paling tidak diduga dalam sejarah Liga Premier. Di bawah asuhan sang pelatih yang sangat berpengalaman dan sukses yaitu Claudio Ranieri, mereka berhasil menjelma menjadi sebuah klub dengan kekuatan baru sejak kedatangannya pada bulan Juli 2015.

Sekitar 7 tahun yang lalu, Leicester City berada di tingkat ketiga sepakbola Inggris dan kini mereka telah berhasil memuncaki klasemen sementara Liga Premier, tentu peristiwa ini mengejutkan banyak pihak dan menggembirakan para fans mereka.

Leicester City atau yang lebih dikenal dengan Foxes tidak pernah memenangkan gelar Liga Premier dan jika suatu saat nanti mereka berhasil memenangkan gelar tersebut maka hal itu akan menjadi salah satu kisah terbesar dan paling luar biasa dalam sejarah sepakbola.

Sukses dalam sepakbola membutuhkan berbagai unsur yang berbeda dan dapat berbaur sebagai satu tim. Transfer, penggemar, momentum, bakat individu, tim, ruang ganti dan pelatih; kesemuanya itu adalah hal yang mempengaruhi kesuksesan sebuah klub sepakbola. Umumnya kita telah melihat tim sekaliber Manchester City yang ‘membeli’ jalan menuju ke gelar Liga Premier namun Leicester telah melakukan hal yang sebaliknya, mereka memuncaki klasemen sementara dengan biaya transfer kurang dari £ 40 juta.

Bagi Leicester, unsur-unsur positif tampaknya telah menghampiri mereka secara bersama-sama untuk menciptakan berbagai momen indah yang mencerahkan para penggemarnya di seluruh dunia tentang keindahan sepakbola Liga Premier. Berikut ini adalah 11 faktor Leicester City berhasil mendominasi Liga Premier di musim ini, diantaranya adalah :

1. Jamie Vardy

Jamie Vardy berhasil menjadi pahlawan bagi Leicester dan fenomena nasional dalam beberapa tahun ini. Sejak kepindahannya dari Fleetwood Town ke Leicester City dengan biaya transfer £ 868.000, namanya kian meroket dan memuncak pada Liga Premier musim 2015/16.

Di musim 2014/15, ia membukukan 5 gol dalam 336 laga dan sekarang ini, ia mencetak 15 gol dalam 17 laga dan memecahkan rekor Ruud van Nistelrooy dengan mencetak 11 gol di 11 laga Liga Premier secara berturut-turut.

2. Tim-tim besar di Liga Premier sedang anjlok

Pada bulan Agustus 2015, banyak pihak yang kaget ketika Chelsea berada di posisi 14 Liga Premier. Tidak hanya Chelsea, sejak Manchester United dipimpin Louis van Gaal mereka kerap menampilkan peforma yang biasa saja dan memainkan gaya permainan sepakbola yang membosankan.

Tim-tim besar yang tidak bisa mendapatkan hasil sempurna seperti yang mereka lakukan di musim sebelumnya telah membuka jalan besar bagi tim underdog seperti Leicester untuk mengukir jalan mereka masuk ke posisi 4 besar. Dengan terpuruknya Chelsea, Leicester City sangat optimis jika mereka akan mendapatkan tempat di ajang Liga Champions.

3. Riyad Mahrez

Riyad Mahrez telah berkolaborasi sempurna di lini depan bersama rekan setimnya, Jamie Vardy. Dengan membukukan 14 gol di semua kompetisi, termasuk usaha solo-goal yang menakjubkan kala melawan Chelsea dan mencetak hattrick saat melawan Swansea pada 5 Desember 2015, membuatnya menjadi pemain Aljazair pertama yang berhasil mencetak hattrick pada Liga Premier.

Mahrez menjadi salah satu pemain yang paling mencolok di Liga Premier. Namun tidak hanya perihal gol, ia juga memiliki kepercayaan diri serta bakat yang baik sehingga membuatnya terlihat sangat berbeda dari kebanyakan pemain yang menghuni Liga Premier musim ini.

4. Faktor ketidakpastian terjadi di Liga Premier

Yang menjadi pertanyaannya sekarang adalah, “Apakah Liga Inggris merupakan liga terbaik di dunia?” Salah satu argumen terbesar dari para penggemar BPL adalah ketidakpastian, anda tidak akan pernah tau siapa yang akan menjadi jawara. Sekitar 90% dari seluruh liga sepakbola di Eropa pastinya anda dapat memprediksi siapa yang akan mejuarai liga lokal seperti Bayern Munchen di Jerman, PSG di Perancis, dan lain-lain, tetapi hal tersebut tidak berlaku di tanah Inggris.

5. Para fans

Inggris mempunyai jumlah fans sepakbola yang sangat besar. Gairah, emosional, dan ketertarikan adalah beberapa frase yang menghampiri pikiran ketika kita berpikir tentang keterikatan antara fans dan tim kesayangan mereka. Pada umumnya, tim kecil tidak memiliki ‘fans plastik’ (fans yang mendukung ketika mereka berada dalam peforma baik).

Dalam sepakbola Inggris, para fans akan meluapkan perasaan mereka jika mereka merasa tidak senang dengan tim mereka dan akan berterima kasih dengan pemain mereka ketika mereka merasa bahagia. Dengan dukungan besar dari fans, para pemain akan mendapatkan energi yang tidak pernah dirasakan sebelumnya.

6. Pemain yang tidak diduga sebelumnya dapat bermain dengan baik

Ketika anda membaca poin ini, saya yakin hal pertama yang hadir di kepada anda adalah sosok Jamie Vardy dan Riyad Mahrez. Namun anda juga tidak boleh melupakan jasa besar dari para pemain lainnya seperti Christian Fuchs, N’golo Kante, dan Marc Albrighton. Kita semua tahu jika tujuan dari sepakbola membutuhkan komitmen kerjasama dan bakat dari berbagai pemain individunya. Nah, itu adalah elemen kunci bagi keberhasilan Leicester di musim ini.

7. Momentum + Keyakinan

Momentum dan keyakinan adalah kata-kata umum yang digunakan oleh apra sepakbola terutama ketika memberikan sebuah alasan mengapa tim dapat bermain dengan baik. Tidak hanya kepercayaan diri yang didapat setelah mencetak gol, namun mereka harus mendapat kepercayaan dari gelandang, bek, kiper dan bahkan para fansnya. Leicester City telah menggunakan momentum mereka untuk mencapai kesempurnaan musim ini.

8. Claudio Ranieri

Mantan pelatih Chelsea, Juventus dan Inter Milan ini membuat sebuah kejutan untuk datang kembali ke Liga Premier pada bulan Juli dengan mengasuh The Foxes. Claudio Ranieri membawa keahlian teknis dan taktik yang besar bagi Stadion King Power sehingga memberikan Leicester sebuah dorongan yang sangat dibutuhkan untuk berkiprah di musim ini.

9. Ingin membuktikan kemampuan orang yang pernah diremehkan

Ketika Leicester menemukan jalan mereka untuk menuju ke puncak klasemen Liga Premier di awal musim, hal ini sangat mirip di musim lalu (2014/15) dimana Koeman berhasil membawa Southampton memuncaki klasemen sementara Liga Premier. Lalu timbul satu pertanyaan besar, “Kapan mereka akan jatuh?”. Orang-orang selalu menebak jika tim underdog seperti Leicester tidak pernah bertahan lama ataupun akan memenangkan gelar. Dapatkah Leicester City mewujudkannya di musim ini? Hanya waktu yang akan menjawab itu semua.

10. Tidak ada halangan apapun yang membatasi Leicester City

Kita sering mendengar keluhan dari para pelatih di Liga Premier bahwa pemain mereka kelelahan setelah melakoni berbagai laga di ajang Liga Champions atau Liga Eropa. Bisa saja itu benar, tetapi intinya disini adalah Leicester tidak harus melakukan perjalanan ‘tuk mengelilingi seluruh Eropa, kemudian terbang kembali ke markas dan bermain lagi beberapa hari kemudian. Jika Leicester berhasil mencetak sejarah sepakbola dengan lolos ke Liga Eropa atau Liga Champions maka anda jangan heran ketika melihat mereka meroket kembali di musim 2016/17.

11. Kemampuan untuk mengasuh pemain tingkat bawah

Leicester City tentu tidak bisa membeli jalan kesuksesan dengan mendatangkan beberapa pemain berbakat dan kinerja terbaik guna memuluskan jalan untuk meraih gelar Liga Premier. Mari kita berpikir sejenak, pesepakbola Aljazair Riyad Mahrez didatangkan dengan nilai £ 350.000 dan sekarang ia telah menjelma menjadi salah satu pemain yang paling berpengaruh di musim ini. Mahrez adalah salah satu contohnya dan anda juga bisa melihat para pemain Leicester lainnya seperti Vardy, Fuchs, dan Albrighton yang merupakan kunci keberhasilan Leicester di musim ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *